Selasa, 01 Desember 2009

Sayembara penulisan buku pengayaan 2010

puji Tuhan, tahun lalu saya menang kategori puisi. hahah. guru fiqih dan BTQ kok menang puisi. lucu ya. dan berikut ini adalah pengumuman untuk 2010. ayo, ikut!
Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan 2010 Berhadiah Rp 1 Milyar

Jakarta, Sabtu (21 November 2009) -- Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional (Pusbuk Depdiknas) menggelar sayembara penulisan naskah buku pengayaan 2010. Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan motivasi menulis di kalangan pendidik dan tenaga kependidikan. Sayembara yang terbuka bagi para pendidik dan tenaga kependidikan baik formal maupun nonformal ini berhadiah total Rp1.080.000. 000,00.

Tema penulisan adalah Membangun Manusia Indonesia yang Religius, Cerdas, Bermartabat, Mandiri, dan Kompetitif di Era Global. Naskah yang disayembarakan adalah buku pengayaan yang memuat materi yang dapat memperkaya dan meningkatkan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan keterampilan, serta membentuk kepribadian peserta didik. Peruntukan pembaca adalah untuk jenjang pendidikan SD/MI (kelas 4,5, dan 6), SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK/MAK.

Kepala Bidang Pengembangan Naskah dan Pengendalian Mutu Buku Pusbuk Depdiknas, Wahyu Trihartati, mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu upaya Pusbuk Depdiknas untuk membantu meningkatkan baik mutu maupun jumlah penulis dan naskah buku pengayaan. "Sayembara ini khusus untuk pendidik karena Pusbuk berkeyakinan kalau guru - guru yang menulis karena dia yang mengetahui kebutuhan siswa, dia yang bergaul dengan siswa sehari-hari, dia yang bisa menulis," katanya pada kegiatan Sosialisasi Standar/Instrumen Penilaian Buku Teks Pelajaran di Hotel Mega Anggrek, Jakarta, Sabtu (21/11/2009).

Wahyu mengatakan, hasil naskah para pemenang akan ditawarkan kepada para penerbit. "Hak cipta ada di penulis, Pusbuk hanya membantu memfasilitasi dengan menawarkan kepada para penerbit yang berminat. Kita minta untuk menetapkan royalti dan terus kita pantau penerbitannya," katanya.

Jenis naskah yang disayembarakan masing - masing enam naskah untuk tiap jenjang pendidikan. Untuk SD/MI (kelas 4,5, dan 6) meliputi, pengayaan pengetahuan alam dan matematika, pengayaan pengetahuan sosial dan humaniora, pengayaan keterampilan vokasional (kewirausahaan), cerita anak, kumpulan pantun, dan kumpulan puisi; untuk SMP/MTs meliputi pengayaan pengetahuan alam dan matematika, pengayaan pengetahuan sosial dan humaniora, pengayaan keterampilan vokasional (kewirausahaan), novel, kumpulan cerpen, dan kumpulan puisi; dan untuk SMA/MA/SMK/MAK meliputi pengayaan pengetahuan alam dan matematika, pengayaan pengetahuan sosial dan humaniora, pengayaan keterampilan vokasional (kewirausahaan), novel, drama, dan biografi.

Persyaratan sayembara antara lain meliputi naskah yang diajukan adalah karya asli, tidak berseri, belum pernah menjadi pemenang sebagian ataupun seluruhnya dalam sayembara manapun, tidak sedang diikutsertakan pada sayembara lain, dan belum pernah diterbitkan. Naskah diketik komputer diatas kertas A4 minimal 60 halaman, 2 spasi, ukuran font 12. Jika menggunakan gambar, ukurannya harus proporsional dan mendukung materi.

Naskah dikirimkan paling lambat pada 1 Maret 2010 (stempel pos) kepada Panitia Sayembara Penulisan Naskah Buku Pengayaan Tahun 2010 Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, Jalan Gunung Sahari Raya No.4 Jakarta 10002. Hadiah per jenis naskah untuk 54 naskah bagi pemenang I Rp 21.000.000,00, pemenang II Rp 20.000.000, dan pemenang III Rp 19.000.000,00. Informasi lebih lanjut tentang sayembara dapat menghubungi Pusat Perbukuan Depdiknas telepon (021) 3804248, pes 275, fax (021) 3458151, 3806229, email pusbuk@sibi.or.id atau bangnas_pusbuk@yahoo.com, atau melalui laman www.sibi.or. id.***

Kamis, 07 Mei 2009

Sang Abyad Muhammad, Anakku

Kamis, 16 April 2009

LOMBA PENULISAN UNTUK GURU

ini dia lomba dikhususkan untuk tenaga pendidik dan tenaga kependidikan
sebuah lomba menantang para guru dan karyawan sekolah.
ayo kita saingan.
tahun lalu aku kalah
dan tahun ini harus menang.
anda juga harus menang.
silahkan klik www.sibi.or.id
paling lambat 15 MEi 2009 cap Pos.
ayo serbu//

Jumat, 30 Mei 2008

Nubuat Tentang Kemunculan Muhammad. Saw.



Oleh Jusuf AN

Judul:

Ramalan Tentang Muhammad Saw.

dalam Kitab Suci Agama Zoroaster, Hindu, Buddha, dan Kristen

Penulis:

Abdul Haq Vidyarthi & ‘Abdul Ahad Dawud

Penerjemah:

Arfan Achyar
Penerbit:

Hikmah (PT. Mizan Publika), Jakarta
Cetakan:

I, Februari 2008
Tebal:

xviii + 425 Halaman

Sebagai sebuah ajaran, Islam yang dibawa Muhammad Saw. merupakan kelanjutan dari ajaran Tuhan yang diturunkan kepada umat terdahulu. Buku ini menunjukkan bukti nyata akan keberlanjutan ajaran yang dibawa Muhammad Saw, yakni adanya nubuat (ramalan) tentang kehadiran beliau dalam kitab suci agama-agama sebelum Islam.

Dalam kitab suci agama Zoroaster, Abdul Haq menemukan banyak nubuat mengenai kemunculan Muhammad Saw. Vendidad, bagian pertama Zend Avesta (buku yang diakui ditulis Zarastushtra), dan Yashts bagian kedua dari kitab yang sama misalnya, tercatat bahwa ada penerus Zoroaster yang masih tersembunyi yang akan muncul beberapa lama setelah Zoroaster. Kitab Dasatir (kitab lain agama Zoroaster) juga menyebutkan bahwa seorang pria akan dilahirkan di tanah Arab dan akan menjadi Astvat ereta atau rahmat bagi dunia.

Abdul Haq juga menemukan berbagai nubuat tentang kemunculan Muhammad di dalam kitab suci agama Hindu. Di dalam Weda Muhammad diberi gelar Narashansah Astvishyate (Muhammad yang terpuji dan yang Diagungkan). Dengan cerdas Abdul Haq juga menguak kisah-kisah kehidupan Muhammad yang banyak disebutkan secara eksplisit di dalam Weda. Di antaranya tentang keberanian nabi di tengah musuh-musuhnya, tentang istri-istri nabi, juga mi’raj-nya nabi. “Dialah sang Rishi penunggang kuda. Dialah pemilik kereta kuda yang menjulang ke angkasa.” (Ayat pertama dari Kuntab Sukt).

Abdul Haq juga menafsirkan bahwa Budda Gautama juga telah meramalkan kehadiran Muhammad dengan menyebutnya sebagai Buddha Matreya (ada yang menulisnya Matteyya). Dari sumber-sumber Burma/Myanmar, sang Buddha berkata kepada Sariputta: “Akulah sang Buddha Agung. Tetapi setelah aku, Matteyya tiba. Sementara hidup bahagia ini terus bergulir, menyongsong bertahun-tahun kisahnya yang ‘kan berlalu. Buddha ini disebut Matteyya, begitu agung, dan menjadi teladan bagi umat manusia.” Ada yang menganggap Buddha Matreya dalam ramalan itu adalah Yessus, tetapi dengan argumentasi yang lugas Abdul Haq menegaskan bahwa Buddha Matreya yang dimaksud adalah Muhammad. Bahwa sang Buddha adalah pemberi kabar dalam kesendirian, pemberi peringatan yang ideal, memiliki pengikut yang setia, tidak memiliki guru, dan merupakan manusia biasa, menurut Abdul Haq sangatlah cocok dengan pribadi Muhammad Saw.

Sementara itu ‘Abdul Ahad Dawud, seorang mantan pastor yang kritis menguraikan tentang kedatangan Muhammad yang diramalkan dalam Bible. Dalam Perjanjian Lama misalnya, disebutkan akan datang seorang Himada yang akan memberikan Shalom. Tetepi dalam Bible versi bahasa Inggris masing-masing kata itu diterjemahkan menjadi desire dan peace (dalam Bibel versi Indonesia, masing-masing diterjemahkan menjadi “barang yang indah-indah” dan “damai sejahtera”. Jika demikian, tulis Ahad Dawud, maka nubuat tersebut menjadi tidak lebih dari keinginan kosong. Tetapi jika kita mengerti istilah himada sebagai sebuah ide konkret, seorang manusia dan realita, dan kata shalom bukan sebuah kondisi melainkan sebuah kekuatan aktif yang hidup dan tentunya sebuah agama besar, maka nubuat ini harus diakui benar adanya dan terbutti dengan hadirnya Ahmad dan Islam.( hlm. 183-184).

Titik Temu Agama-Agama

Buku setebal 425 halaman ini merupakan penggabungan dari dua buku. Buku pertama berjudul Muhammad in Word Sciptures; The Parsi, Hindu, and Buddhidt Sciptures yang ditulis oleh Abdul Haq Vidyardhi. Sedangkan buku kedua berjudul Muhammad in Word Sciptures The Bible yang ditulis oleh ‘Abdul Ahad Dawud (Romo David Benjamin Keldani). Kedua-duanya diterbitkan oleh The Islamic Book Trust, 2006. Meskipun ditulis oleh orang yang berbeda dan dalam rentang waktu yang berbeda pula akan tetapi keduanya memiliki kesamaan tema. Sehingga memang sangat pantas jika kedua buku tersebut digabungkan menjadi satu buku, Ramalan Tentang Muhammad SAW. dalam Kitab Suci Agama Zoroaster, Hindu, Buddha, dan Kristen.

Syak wasangka yang kuat biasanya timbul di dalam masyarakat mengenai hal-hal yang berhubungan dengan agama. Tidak seorang pun akan bisa menerima pendapat yang diajukan oleh seseorang yang memiliki sudat pandang yang berbeda dengannya dan beberapa alasan penolakan pun pasti akan diajukan. Dua penulis buku ini sejak awal sudah menyadari akan hal ini dan karenanya dari awal hingga akhir tulisan mereka berusaha memberikan argumentasi-argumentasi yang obyektif.

Penelitian yang dilakukan Abdul Haq Vidyarthi dan ‘Abdul Ahad Dawud terhadap kitab suci agama-agama tentu saja tidak bermaksud mencari cela, bukan pula untuk menonjolkan satu agama di atas agama lainnya. Melainkan sebagai sebuah jalan berdialog antar umat beragama untuk mendefinisikan esensi dari Zat Yang Maha Tinggi. Melalui buku ini kita akan melihat bahwa sesungguhnya agama-agama memiliki titik temu sehingga sangat tidak pantas jika terjadi seteru antar agama. Akhirnya, buku setebal 425 halaman ini patut dibaca siapa saja, baik ulama, mahasiswa, kristolog, lebih-lebih para pencari kebenaran.

Senin, 21 Januari 2008

Sajak Jam

jam itu penyanyi sepi
senandungkan lagu lagu ungu
memaksaku menangis
pada malam malam gerimis

jam itu seperti nabi
menyuruhku melepas semua baju
dan berhenti
bertanya ini itu

jam itu serupa ibu
yang pucat berkeringat
tetapi langkahnya selalu tegap
siap menegurku saban tergagap

jam itu menjelma pena
yang tintanya air samudra
ia menulis diriku di atas kertas putih
yang dapat kubaca kapan saja

jam itu serupa sebuah rumah
dengan tiang tiangnya
yang mudah goyah
oleh tiupan pelan sekalipun

jam itu bagai hantu
yang hidup di jantungku
kadang ia meradang:
“berhentilah menulis sajak tentangku!”

jam itu, jam itu
ia tumbuhkan apa apa di mataku
jam itu, jam itu
ia tunjukan jalan menuju kuburku

Wonosobo, Januari 2008